tani Kasomalang Wetan

Minggu, 12 Agustus 2018

Program Kegiatan 3 : Mengadakan Rapat Lanjutan

Foto bersama dengan ketua RT RW dan Tokoh masyarakat desa Kasomalang Wetan

Sebagai tindak lanjut dari musyawarah pertama dalam pendukung program kegiatan KKNM, yang di hadiri Kepala Desa, perwakilan aparat pemerintahan desa, tokoh masyarakat dan ketua karang taruna. Hasil dari musyawarah tersebut disepakati masyarakat hari sabtu terjun ke Situ dalam pembersihan Situ bersama mahasiswa sesuai dengan program “Pengembangan desa wisata melalui pemberdayaaan masyarakat”.






Sabtu, 11 Agustus 2018

Program Kerja Desa

Program kerja desa kasomalang wetan
1.   Program berhasil
Pembangunan RHB
2.       Program gagal atau tertunda-Program pebangunan Desa
·                     Infrastruktur                                      70%
·                     Pembedayaan masyaraat             15%
·                     Pembinaan masyarakat                 15%
3.       Program yang sedang berjalan
·                     Hotmix 3 titik
·                     Jalan samping Desa         RT.08                    RW.03   Dusun 1
·                     Kampung Irian                RT.5,6,7                RW.02   Dusun 2
·                     Kampung Legok Loa        RT.21                    RW.05   Dusun 3








4.       Jadwal pemuda
·                     Menghadiri rapat Desa                  (Minggon)
·                     Membersihkan Desa atau opsi   (jalan, got)
·                     Rutin dilakukan 1 bulan sekali
5.       Stake holder
Saling membutuhkan dan melengkapi
6.       Peraturan Desa Tahun 2018
·                     Pengerjaan dilapangan oleh masyarakat setempat
·                     Persentase tenaga kerja                               30%
7.       Tata cara peraturan desa
Musyarawah intern dengan tokoh yang di adakan BPD dan Masyarakat desa serta yang mewakili dan setelah terbentuk point-pointya di ajukan ke aparat desa (sekdes) dan di verifikasi sesuai aturan atau undang-undang yang berlaku kemudian disahkan oleh kepala desa dan BPD (semua anggota).

Politik dan Pemerintahan Desa Kasomalang Wetan

       1Politik dan pemerintahan
Sistem keuangan desa kasomalang wetan sekarang (berbentuk apliksi), namun penerapan sistem keuangan desa di hitung secara manual dan sebagai arsip berupa soft file yang disimpan dikomputer desa untuk kepentingan administrasi.
  1. Anggaran dana desa 2018 sebesar Rp.714.063.500,-
  2. Dibagikan :          Rp.100.000.000,- (untuk infrastruktur)
  3. Rp.15.000.000,- (untuk tambahan penghasilan perangkat desa
2. Sistem aplikasi SIKNJ digunakan untuk menyalurkan bantuan beras untuk warga kurang mampu  (miskin) 

3. Lembaga-lembaga yang ada di kasomalang wetan
1. BPD adalah lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. BPD dapat dianggap sebagai "parlemen"-nya desa dan merupakan tertinggi desa yang terdiri dari 10 orang.
Perangkat BPD :

  1. Ketua (tidak ada wakil)
  2. Sekertaris
  3. Bendahara
  4. Anggota 
2.       RT adalah pembagian wilayah di bawah Rukun Warga. Rukun Tetangga bukanlah termasuk pembagian administrasi pemerintahan, dan pembentukannya adalah melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka pelayanan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Desa atau Kelurahan.
3.       RW  adalah Lembaga Masyarakat yang dibentuk melalui musyawarah pengurus RT (Rukun Tetangga) di wilayah kerjanya dalam rangka pelayanan pemerintah dan masyarakat yang diakui dan dibina oleh Pemerintah Daerah yang ditetapkan oleh Lurah.
4.       PKK adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan
5.       LINMAS adalah warga masyarakat yang disiapkan dan dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk melaksanakan kegiatan penanganan bencana guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana, serta ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan
6.       POSYANDU adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Posyandu merupakan salah satu Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)
7.       KARANG TARUNA adalah organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/ kelurahan dan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial.
8.       LPM adalah lembaga, organisasi atau wadah yang di bentuk atas prakarsa masyarakat sebagai mitra pemerintah kelurahan dalam menampung dan mewujudkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat di bidang pembangunan.

        4.  Fungsi atau tugas lembaga-lembaga desa
1.       BPD
-          Merencanakan dan memonitoring kegiatan desa
-          Merencanakan pembangunan
2.       PKK
-          kematian
-          kelahiran
-          pendidikan
-          kesehatan
-          pendatang
3.       KARANG TARUNA
Merangkai atau membantu semua kegiatan
4.       LPM

  • Memonitoring
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Kesenian
  • Keagamaan
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Olahraga
5.       Lembaga-lembaga kecil
            a.     HULU-HULU CAI
Untuk mengelola perairan yang ada di sekitar desa agar tidak mampet
            b.    KASI
Untuk surat menyurat keluar atau masuk maupun didalam atau luar daerah
            c.     Kaur tugasnya  (bekerjasama sekertaris desa)
-          Perencanaan
-          Administrasi
-          Keuangan
-          Bantuan
            d.    Tanggung jawab kaur dan sekdes
-          Pengajuan
-          Penerimaan
-          Pengerjaan
-          Laporan



Agama dan Budaya

   Pengertian Agama : Dalam masyarakat Indonesia selain dari kata agama, dikenal pula kata “din” ( ) dari bahasa Arab dan kata “religi” dari bahasa Eropa. Agama berasal dari kata Sanskrit. Satu pendapat mengatakan bahwa kata itu tersusun dari dua kata, “a” yang berarti tidak dan “gama” yang berarti pergi, maka kata Agama dapat diartikan tidak pergi, tetap di tempat,diwarisi turun– temurun.Sedangkan kata “Din” itu sendiri dalam bahasa Semit berarti undang– undang atau hukum. Dalam bahasa Arab kata ini mengandung arti menguasai, menundukkan, patuh, hutang, balasan, kebiasaan. Adapula kata Religi yang berasal dari bahasa Latin. Menurut satu pendapat asalnya ialah “relegere” yang mengandung arti mengumpulkan, membaca dandapat juga kata relegare juga bisa diartikan mengikat. Oleh karena itu agama adalah suatuketetapan yang dibuat oleh Tuhan Yang Maha Esa secara mutlak atau tanpa adanya campur tangan siapa saja.
    Pengertian Kebudayaan : ditinjau dari sudut Bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari bahasa Sansakerta “Buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal.Pendapat lain megatakan juga bahwa kata budaya adalah sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk budidaya, yang mempunyai arti “daya” dan “budi”. Karena itu mereka membedakan antara budaya dan kebudayaan. Sedangkan budaya sendiri adalah daya dari budi yang berupacipta, karsa dan rasa; dan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa tersebut.

Agama/Aliran Kepercayaan
Agama
Laki-laki (Orang)
Perempuan (Orang)
Islam
2892
2709
Kristen
-
-
Katholik
-
-
Hindu
-
-
Budha
-
-
Jumlah
2892
2709

Prasarana Ibadah
Mesjid
7 Buah
Mushola
21 Buah

Etnis
Etnis
Laki-laki (Orang)
Perempuan (Orang)
Aceh
1

Batak
1

China
1

Jumlah
3


Adat Istiadat
Adat Istiadat dalam perkawinan
Pernah Ada
Adat Istiadat dalam kelahiran anak
Aktif
Adat Istiadat dalam upacara kematian
Tidak
Adat istiadat dalam pengelolaan hutan
Pernah Ada
Adat Istiadat dalam tanah pertanian
Pernah Ada
Adat Istiadat dalam memecahkan konflik warga
Tidak
Adat Istiadat dalam pengelolaan laut/pantai
Tidak
Adat Istiadat dalam menjauhkan bala penyakit dan bencana alam
Pernah Ada
Adat Istiadat dalam memulihkan hubungan antara alam semesta dengan manusia dan lingkungannya
Pernah Ada
Adat Istiadat dalam penanggulangan kemiskinan bagi keluarga tidak mampu/fakir miskin/terlantar
Pernah Ada

Sumber: Data Profil Desa Kasomalang Wetan, 2017

Sosialisasi ke SD IV Kasomalang



SD IV Kasomalang adalah SD Negeri di desa Kasomalang Wetan  yang berlokasi di Johar . Sekolah yang dikepalai oleh ibu Tita Rohayati ini memiliki murid sebanyak 167 orang. SDN Kasomalang IV ini mempunyai ekstrakulikuler Silat, Pramuka dan Angklung yang dilakasanakan setiap hari sabtu dan minggu, Sarana dan prasarana di sekolah juga sudah lengkap seperti Perpustakaan,Ruang Kesenian dan UKS. Untuk murid kelas VI yang sudah lulus ujian biasanya melanjutkan ke SMP 1 Cisalak atau MTS Negeri dan untuk siswa yang berprestasi juga biasanya mendapatkan beasiswa seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah desa.





Home Industri : Pembuatan Tauge



Pabrik Toge yang berlokasi di Kp.Leles, Desa Kasomalang Wetan, Kacamatan Kasomalang, Kabupaten Subang berdiri sejak tahun 2005 didirikan oleh Bapak Ateng.

Home Industri : Pembuatan Tahu

Pabrik Tahu  yang berlokasi di Kp. Leles, Desa Kasomalang Wetan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang berdiri sejak tahun 1957 didirikan oleh Bapak Neprahoman. Pabrik tahu ini merupakan usaha turun temurun, Karyawannyapun merupakan anak dari pemilik pabrik tahu ini yang hanya ditenagai oleh 3 orang terdiri dari 1 orang perempuan dan 2 orang laki-laki. Pembuatan tahu ini tergantung pada penjualan tiap harinya. Namun, produksi tiap hari rata-rata mencapai 1800 potong tahu. Pemasarannya hanya disekitar Kasomalang khususnya pasar Kasomalang.






Home Industri : MPS Mushroom


Pabrik Jamur MPS Mushroom yang berlokasi di Kp. Cileutik , Desa Kasomalang Wetan, Kecamatan Kasomalang ,Kabupaten Subang Berdiri sejak Tahun 2011 dan didirikan oleh Bapak Gatot . Pabrik Jamur MPS Mushroom ini memiliki karyawan sebanyak 30 orang, yang terdiri dari Perempuan 16 orang dan Laki-laki 14 orang. Pabrik ini menghasilkan media bibit jamur sebanyak 3700 poli bag perhari. Adapun pemasaran baglog ini disalurkan kepada mitra-mitra tani jamur yang ada di wilayah subang dan diluar subang khususnya wilayah provinsi jawa barat.








Pasar


Desa Kasomalang mempunyai pasar yaitu yang bernama Pasar Kasomalang Wetan. Jenis Pasar Kasomalang Wetan yaitu pasar desa atau tradisional. Para pedagang yang berdagang di pasar tersebut adalah warga desa Sindang Sari, Cisalak, Kasomlang Kulon, dan yang paling dominan adalah dari desa Kasomalang Wetan itu sendiri.
Waktu berjualan di pasar biasanya dimulai pada pukul 04.00 subuh hingga 05.00 sore. Namun terdapat sebagian pedagang yang berjualan hingga larut malam seperti pedagang makanan.

Setiap hari Kamis dan Minggu terdapat Hari Pasar. Hari Pasar adalah hari dimana para pedagang yang berjualan di Pasar Kasomalang Wetan bukan hanya pedangang dari desa sekitar tetapi juga warga dari luar desa sekitar Kasomalang Wetan seperti pedagang musiman dari setiap desa.
Untuk warga yang ingin berjualan di pasar biasanya diharuskan meminta izin ke LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat). Selain itu pedagang juga dikenai penarikan retribusi sebesar Rp 2.000,-/meter per satu hari untuk uang kebersihan dan untuk keamanan sebesar Rp 10.000,-/bulan.


Kesehatan

      Kesehatan adalah kondisi optimal dari pikiran dan fisik seseorang yang memungkinkan orang tersebut dapat menjalani hidup yang berkualitas dan produktif baik secara sosial maupun ekonomi. Kesehatan berorientasi pada upaya memaksimalkan potensi individu baik secara fisik, intelektual, emosional, sosial, spiritual dan lingkungan.  Kondisi alami dari kesehatan adalah terbebas dari penyakit, cedera ataupun segala sesuatu yang menganggu sistem metabolik makhluk hidup terutama manusia. WHO mengkorelasikan kesehatan dan kepuasan pribadi sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

            Kualitas Ibu Hamil
Jumlah ibu hamil
Jumlah (orang)
Jumlah ibu hamil
65
Jumlah ibu hamil periksa di Posyandu
25
Jumlah ibu hamil periksa di Puskesmas
5
Jumlah ibu hamil periksa di Rumah sakit
5
Jumlah ibu hamil periksa di Dokter Praktek
10
Jumlah ibu hamil periksa di Bidan Praktek
20
Jumlah ibu hamil melahirkan
136
Jumlah ibu hamil nifas
136
Jumlah ibu hamil nifas hidup
136

            Kualitas Bayi
Jumlah keguguran kandungan
Jumlah (orang)
Jumlah keguguran kandungan
5
Jumlah bayi lahir
136
Jumlah bayi lahir mati
2
Jumlah bayi lahir hidup
134
Jumlah bayi mati usia 0-1 bulan
2
Jumlah bayi mati usia 1-12 bulan
2

                 Kualitas Persalinan
Tempat Persalinan
Jumlah (unit)
Tempat persalinan rumah sakit umum
15
Tempat persalinan rumah bersalin
6
Tempat persalinan puskesmas
5
Tempat persalinan polindes
100
Tempat persalinan rumah praktek bidan
10

Pertolongan Persalinan
Jumlah(Tindakan)
Jumlah persalinan ditolong Dokter
20
Jumlah persalinan ditolong Bidan
110

            Cakupan Imunisasi
Cakupan Imunisasi
Jumlah (orang)
Jumlah bayi usia 2 bulan
7
Jumlah bayi 2 bulan imunisasi DPT-1, BCG dan Polio-1
7
Jumlah bayi usia 3 bulan
12
Jumlah bayi 3 bulan imunisasi DPT-1, BCG dan Polio-1
12
Jumlah bayi usia 4 bulan
13
Jumlah bayi 4 bulan imunisasi DPT-1, BCG dan Polio-1
13
Jumlah bayi 9 bulan
6
Jumlah bayi 9 bulan yang imunisasi campak
6

            Perkembangan Pasangan Usia Subur dan KB
Pasangan Usia Subur
Jumlah (orang)
Pasangan Usia Subur
1186
Jumlah remaja putri usia 12-17 tahun
284
Jumlah perempuan usia subur 15-49 tahun
1555
Jumlah pasangan usia subur (pasangan)
703

Keluarga Berencana
Jumlah (orang)
Jumlah akseptor KB
860
Jumlah pengguna alat kontrasepsi suntik
343
Jumlah pengguna metode kontrasepsi spiral
191
Jumlah pengguna alat kontrasepsi kondom
4
Jumlah pengguna metode kontrasepsi pil
189
Jumlah pengguna metode vasektomi
13
Jumlah pengguna metode kontrasepsi tubektomi
52

F               Wabah Penyakit
Jenis Wabah
Jumlah kejadian tahun ini
Jumlah meninggal (orang)
Muntaber
70
-
Demam Berdarah
20
-

                 Status Gizi Balita
Jumlah Balita
Jumlah (Orang)
Jumlah Balita
406
Jumlah Balita bergizi buruk
3
Jumlah Balita bergizi baik
361
Jumlah Balita bergizi kurang
35
Jumlah Balita bergizi lebih
4

                 Jumlah Penderita Sakit tahun ini
Jumlah Penyakit
Jumlah Penderita (Orang)
Dirawat di
Rumah
Rumah Sakit
Puskesmas
Jantung
2
1
-
1
Stroke
2
1
-
1
Diabetes Melitus
7
3
-
2
Asma
6
3
-
2

            Perkembangan Sarana dan Prasarana Kesehatan Masyarakat
Jumlah MCK Umum (Unit)
10
Jumlah Posyandu (Unit)
7
Jumlah kader posyandu aktif (orang)
35
Jumlah pembina posyandu
5
Jumlah DasaWisma
22
Jumlah pengurus DasaWisma aktif (orang)
22
Jumlah kader bina keluarga balita aktif (orang)
30
Jumlah petugas lapangan keluarga berencana aktif (orang)
1
Buku rencana kegiatan Posyandu
Diiisi
Buku data pengunjung Posyandu
Diiisi
Buku kegiatan pelayanan posyandu
Diiisi
Buku administrasi Posyandu lainnya (Jenis)
7 Sip

J               Pola Makan
Kebiasaan penduduk makan sehari 2 kali
Ada
Kebiasaan penduduk makan sehari 3 kali
Ada
Kebiasaan penduduk makan sehari lebih dari 3 kali
Ada
            
            Kebiasaan berobat bila sakit
Dukun Terlatih
Sedikit
Obat tradisional dari keluarga sendiri
Sedikit

           Sumber: Data Profil Desa Kasomalang Wetan, 2017